Minggu, 30 Desember 2012

perkembangan peserta didik



MAKALAH  KELOMPOK
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

PERKEMBANGAN KREATIFITAS
Dosen Pengampu:Dr.Ida Umami.,M.pd.Kons
                                                              
                                                         Disusun oleh:
NAMA                             NPM
Agung Setiawan               10211754
Davit Luagra                     10211685
Dwi Setya Budi                10211690
Ikhsan Adi Putra               10211700
Irfani Setiono                    10211703
Jumali Hadinata                10211706
Richi Yakub                      10211718
Rian Setiawan                   10211716                   


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2011  
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan  rahmat dan hidayah–Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas kelompok mata kuliah Perkembangan Peserta Didik.
Dalam penulisan makalah ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada :
  1. Dr.Ida Umami.,M.pd.Kons selaku dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik.
  2. Kepada teman-teman banyak luangan waktu se-prodi, khususnya Pendidikan Ekonomi C  yang telah  membantu pembuatan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin
Kami sebagai penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan, baik dari segi penulisan maupun dari segi pembahasan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, guna perbaikan penyusunan makalah berikutnya. Akhirnya penulis mengucapkan terimakasih.

Metro, Juni  2011


      Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUN........................................................................................ 1
A.    Latar Belakang............................................................................................. 1
B.     Tujuan......................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 2
A.    Pengertian Kreatifitas...............................................................................2
B.     Pengertian Kreatifitas Menurut Torrance..................................................3
C.     Pendekatan Terhadap Kreatifitas................................................................ 4
D.    Tahap-Tahap Kreatifitas.............................................................................. 5
E.     Karakteristik Kreatifitas.............................................................................. 6
F.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kreatifitas........................................... 9
G.    Masalah yang Sering Timbul Terhadap Anak yang Kreatif....................... 12
H.    Usaha Yang Digunakan Untuk Membantu Perkembangan Kreatifitas..... 14
BAB III PENUTUP............................................................................................. 16
A.    Kesimpulan............................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN                          

  PERKEMBANGAN KREATIVITAS
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan kreativitas sangat erat kaitannya dengan perkembangan kognitif individu karena kreativitas sesungguhnya merupakan perwujudan dari pekerjaan otak. Para pakar kreativitas, misalnya Clark (1988) dan Gowan (1989) melalui Teori Belahan Otak (Hemisphere Theory) mengatakan bahwa sesungguhnya otak manusia itu menurut fungsinya terbagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kiri (left hemisphere) dan belahan otak kanan (right hemisphere). Otak belahan kiri mengarah kepada cara berfikir konvergen (convergen thinking), sedangkan otak belahan kanan mengarah kepada cara berfikir menyebar (difergent thinking).Berkenaan dengan teori belahan beserta fungsinya ini (Clark, 1983: 24) mengemukakan sejumlah fungsi otak sesuai dengan belahannya itu sebagaimana tertera pada table berikut ini.

1.1.2  TUJUAN
            Makalah ini dirancang untuk mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan oleh sebab itu dalam penyajiannya diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa bebagai konsep proses perkembangan kreatifitas anak dan penerapan pendidikan disekolah,rumah mupun lingkungan.



BAB II
PEMBAHASAN

            Untuk meningkatkan pemahaman berbagai prosess pembelajaran dan mengembangkan kreatifitas serta pembeljaran pendidkan,dalam makalah ini akan dibahas tentang”Perkembangan kreatifitas”
                                                                                                                  A.PENGERTIAN KREATIVITAS SECARA UMUM
Kreativitas diartikan secara berbeda-beda oleh para pakar berdasarkan sudut pandang masing-masing. Barron (1982: 253) mendefinisikan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Guilford (1970: 236) menyatakan bahwa kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai cirri-ciri seorang kreatif. Guilford mengemukakan dua cara berpikir, yaitu cara berpikir konvergen dan divergen. Cara berpikir konvergen adalah cara-cara individu dalam memikirkan sesuatu dengan pandangan bahwa hanya ada satu jawaban yang benar. Sedangkan cara berpikir divergen adalah kemampuan individu untuk mencari berbagai alternative jawaban terhadap suatu persoalan.
Rogers (Utami Munandar, 1992: 51) mendefinisikan kreativitas sebagai proses munculnya hasil-hasil baru ke dalam tindakan. Hasil-hasil baru itu muncul dari sifat-sifat individu yang unik yang berinteraksi dengan individu lain, pengalaman, maupun keadaan hidupnya. Demikian juga Drevdahl (Hurlock, 1978: 325) mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk memproduksi komposisi dan gagasan-gagasan baru yang dapat berwujud kreativitas imajenatif atau sintesis yang mingkin melibatkan pembentukan pola-pola baru dan kombinasi dari pengalaman masa lalu yang dihubungkan dengan yang sudah ada pada situasi sekarang.Berdasarkan berbagai definisi kreativitas itu, Rodhes (Torrance, 1981) mengelompokkan definisi-definisa kreativitas ke dalam empat kategori, yaitu product, person, procces, dan Zpress.

Utami Munandar (1992
: 47) mendefinisikan kreativitas sebagai berikut. “Kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengolaborasi suatu gagasan.” Utami Munandar (1992: 51) menekankan bahwa kreativitas sebagai keseluruhan kepribadian merupakan hasil interaksi dengan lingkungannya.          
Product menekankan kreativitas dari hasil karya kreatif, baik yang sama sekali baru maupun kombinasi karya-karya lama yang menghasilkan sesuatu yang baru. Person memandang kreativitas dari segi ciri-ciri individu yang menandai kepribadian orang kreatif atau yang berhubungan dengan kreativitas. Procces menekankan bagaimana proses kreatif itu berlangsung sejak dari mulai tumbuh sampai dengan berwujudnya perilaku kreatif. Adapun press menekankan pada pentingnya faktor-faktor yang mendukung timbulnya kreativitas pada individu.
Jadi, yang dimaksud dengan kreativitas adalah cirri-ciri khas yang dimiliki oleh individu yang menandai adanya kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru atau kombinasi dari karya-karya yang telah ada sebelumnya, menjadi sesuatu karya baru yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungannya untuk menghadapi permasalahan, dan mencari alternatif pemecahannya melalui cara-cara berpikir divergen.
B. PENGERTIAN KREATIVITAS MENURUT TORRANCE
Seorang ahli yang sangat menekankan pentingnya dukungan faktor lingkungan bagi berkembangnya kreativitas adalah Torrance (1981: 47). Ia mengatakan bahwa agar potensi kreatif individu dapat diwujudkan, diperlukan kekuatan-kekuatan pendorong dari luar yang didasari oleh potensi dalam diri individu itu sendiri. Menurut Torrance (1981: 48), kreativitas itu bukan semata-mata merupakan bakat kreatif atau kemampuan kreatif yang dibawa sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari hubungan interaktif dan dialektis antara potensi kreatif individu dengan proses belajar dan pengalaman dari lingkungannya.
Torrence (1981: 47) medefinisikan kreativitas itu sebagai proses kemampuan memahamikesenjanga-kesenjangan-kesenjangan atau hambatan-hambatan dalam hidupnya, merumuskan hipotesis-hipotesis baru, dan mengomunikasikan hasil-hasilnya, serta sedapat mungkin memodifikasi dan menguji hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan. Untuk dapat melakukan semua itu diperlukan adanya dorongan dari lingkungan yang didasari oleh potensi kreatif yang telah ada dalam dirinya. Dengan demikian, terjadi saling menunjang antara faktor lingkungan dengan potensi kreatif yang telah dimiliki sehingga dapat mempercepat berkembangnya kreativitas pada individu yang bersangkutan.
C. PENDEKATAN TERHADAP KREATIVITAS
Pendekatan dalam studi kreativitas dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pendekatan psikologis dan pendekatan sosiologis (Torrance, 1981; Dedi Supriadi, 1989). Pendekatan psikologis lebih melihat kreativitas dari segi kekuatan yang ada dalam diri individu sebagai faktor-faktor yang menentukan kreativitas. Salah satu pendekatan psikologis yang digunakan untuk menjelaskan kreativitas adalah pendekatan holistik.
Clark (1988) menggunakan pendekatan holistic untuk menjelaskan konsep kreativitas dengan berdasarkan pada fungsi-fungsi berpikir, merasa, mengindra, dan intuisi. Clark menganggap bahwa kreativitas itu mencakup sintesis dari fungsi-fungsi thinking, feeling, sensing, dan intuiting.
Thinking merupakan berpikir rasional dan dapat diukur serta dikembangkan melalui latihan-latihan yang dilakukan secara sadar dan sengaja. Feeling menunjuk pada suatu tingkat kesadaran yang melibatkan segi emosional. Sensing menunjuk pada suatu keadaan ketika dengan bakat yang ada diciptakan suatu produk baru yang dapat dilihat atau didengar oleh orang lain. Intuiting menuntut adanya suatu tingkat kesadaran yang tinggi yang dihasilkan dengan cara membayangkan, berfantasi, dan melakukan terobosan ke daerah prasadr dan tak sadar.
Pendekatan sosiologis berasumsi bahwa kreativitas individu merupakan hasil dari proses interaksi sosial, di mana individu dengan segala potensi dan disposisi kepribadiannya dipengaruhi oleh lingkungan sosial tempat individu itu berada, yang meliputi ekonomi, politik, kebudayaan, dan peranan keluarga.
Upaya mempelajari kreativitas dengan menggunakan pendekatan sosiologis, pertama-tama dilakukan oleh Kroeber pada tahun 1914 yang kemudian dilaporkan dalam sebuah karyanya yang berjudul Configuration of Culture (Dedi Supriadi, 1989: 84). Dalam menganalisisnya, Kroeber menggunakan tiga konfigurasi, yaitu waktu, ruang, dan derajat prestasi suatu peradaban. Berdasarkan analisis yang dilakukan, Kroeber mengambil suatu kesimpulan bahwa munculnya orang-orang kreatif tinggi dalam sejarah merupakan refleksi dari pola perkembangan nilai-nilai sosial.
Penelitian yang dilakukan oleh Gray pada tahun 1958, 1961, dan 1966, kembali menekankan dominannya peranan sosial dalam perkembangan kreativitas (Dedi Supriadi, 1989: 85). Dengan focus perkembangan kebudayaan Barat, Gray menemukan bahwa faktor-faktor ekonomi, sosial, politik, dan peranan keluarga yang kondusif menentukan dinamika dan irama perkembangan kreativitas. Penelitian Naroll dan kawan-kawan (1971) yang dilakukan di India, Cina, Jepang, dan Negara-negara Islam menunjukkan bahwa ada periode-periode tertentu dalam setiap perkembangan kebudayaan yang dapat mendorong berkembangnya kreativitas secara maksimal sehingga dapat muncul orang-orang kreatif. Sebaliknya, ada juga periode-periode tertentu yang justru mengekang berkembangnya kreativitas.
Arieti (1976) mengemukakan beberapa faktor sosiologis yang kondusif bagi perkembangan kreativitas, yaitu
1. Tersedianya sarana-sarana kebudayaan,
2. Keterbukaan terhadap keragaman cara berpikir,
3. Adanya keleluasaan bagi berbagai media kebudayaan,
4. Adanya toleransi terhadap pandangan-pandangan yang divergen, dan
5. Adanya penghargaan yang memadai terhadap orang-orang yang berprestasi. D.TAHAP-TAHAP KREATIVITAS
 Wallas (Solso, 1991) mengemukakan empat tahapan proses kreatif, yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi.
1.Persiapan (Preparation)
Pada tahap ini, individu berusaha mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, individu berusaha menjajaki berbagai kemungkinan jalan yang dapat ditempuh untuk memecahkan masalah itu. Namun pada tahap ini belum ada arah yang tetap meskipun sudah mampu mengeksplorasi berbagai alternatif pemecahan masalah.
2.Inkubas i(Incubation)
Pada tahap ini individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara waktu dari masalah yang dihadapinya,dalam pengertian tidak memikirkannya secara sadar melainkan” menghadapinya” dalam alam prasadar.
3.Iluminasi (Illumination)
Pada tahap ini individu sudah dapat timbul inspirasi atau gagasan-gagasan baru serta proses-proses psikologis ysng mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru.
4.Verifikasi (Verivication)
Pada tahap ini, gagasan yang telah muncul dievaluasi secara kritis dan konvergen serta menghadapkannya kepada realitas. Pemikiran divergen harus diikuti dengan pemikiran konvergen. Pemikiran dan sikap spontan harus diikuti oleh pemikiran selektif dan sengaja. Penerimaan secara total harus diikuti oleh kritik. Filsafat harus diikuti oleh pemikiran logis. Keberanian harus diikuti oleh sikap hati-hati. Imajinasi harus diikuti oleh pengujian terhadap realitas.
E. KARAKTERISTIK KREATIVITAS
Piers (Adam, 1976) mengemukakan bahwa karakteristik kreativitas adalah sebagai berikut.
1.Memilki keterlibtan yang tinggi
2. Memilki dorongan yang tinggi
3.Cenderung tidak puas terhadap kemampuan yg dimilkinya
4.Penuh tanngung  jawab
5. Memiliki mrasa ingin tau yg tinngi
6. Memiliki ketekunan yg besar trhdap suatu hal
7. Memiliki kemandirian sosial yg tinggi
8. Tepat dalam mengambil keputusan
9. Bersikap sabar dan berjiwa sosial
10. Penuh percaya diri
11. Suka humor
12. Mmemilki intuisi yg besar
13. Toleran yang kuat
14. bersifat inovatif
15.Tidak bimbang dan penuh kepastin dalam segala hal
16.Tenggang rasa dan berjiwa inspiratif
17.Berfikir kritis
Utami Munandar (1992) mengemukakan ciri-ciri kreativitas, antara lain sebagai berikut.
1. Suka  mencari pengalan dan pengetahuan yang baru.
2. Memiliki ketenangan dalam mengerjakan tugas-tugas yang sulit.
3. Memiliki inisiatif dalam segala hal
4. Memiliki ketekunan dan keuletan yang tinggi.
5. Cenderung dalam berfikir kritis
6. Berani menyatakan pendapat dan keyakinannya.
7. Memilki rasa ingin tau yg tinggi
8. Peka atau perasa.
9.Ulet dan enerjik
10. Menyukai tugas-tugas yang majemuk dan menantang
11. Percaya kepada diri sendiri.
12. Mempunyai rasa humor.
13. Mempunyai  rasa keindahan.
14. Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi.
Clark(1988) mengemukakan karakteristik kreativitas adalah sebagai berikut.
1. Mempunyai kedisiplinan diri yang tinggi.
2.Cenderung sering menentang otoritas
3.Memiliki kemandirian yang tinggi
4. Mempunyai rasa ingin tau yang tinggi.
5. Mampu berhumor
6. Mmempunyai kemampuan menyesuaikan diri
7. Suka berimajinasi
8. Toleran terhadap suatu hal
9. Kurang toleran terhadap hal-hal yang membosankan.
10. Memiliki kemampuan berfikir divergen yang tinggi
11. Memiliki kemampuan yang kompleks.
12. Memiliki memori dan atensi yang baik.
13. Mampu berfikir periodik
14. Mampu dan memilki kemampuan yang luas dan tinggi.
15.Mmampu menyesuaikan  situasi yang mendukung.
16. Sensitif terhadap lingkungan didalam lingkungan sekitar
17. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
18. Lebih bebeas dalam mengembangkan integrasi peran seks
19. Memilki sikap estetika yang tinggi
Sedangkan Torrance (1981) mengemukakan karakteristik kreativitas sebagai berikut.
1.Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
2.Tidah mudah bosan
3. Percaya diri dan mandiri.
4. Merasa tertantang oleh kemajukan atau kompleksitas.
5. Berani mengambil risiko.
6.Tidak mudah menyerah
7.Berfikir divergen
F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREATIVITAS
                    Kreativitas tidak dapat berkembang secara otomatis, tetapi membutuhkan rangsangan dari lingkungan.Beberapa ahli mengemukakan faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kreativitas.
Utami Munandar (1988) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kreativitas adalah.
1. Tersedianya fasilitas
2. Usia
3. Tingkat pendidikan orang tua
4. Mampu menggunakan waktu luang
Clark (1983) mengategorikan faktor-faktor yang memengaruhi kreativitas dalam dua kelompok, yaitu faktor yang mendukung dan faktor yang menghambat. Faktor-faktor yang dapat mendukung perkembangan kreativitas adalah sebagai berikut.
1. Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan.
2. Situasi yang mendorong kemndirian dan tanggung jawab
3. Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu.
4. situasi memungkunkan untuk mngajukan pertanyaan 
5. situasi yang menekankan inisiatif diri untuk menggali, mengamati, bertanya, merasa, mengklasifikasikan, mencatat, menerjemahkan, memperkirakan, menguji hasil perkiraan, dan mengomunikasikan.
6. Kedwibahasaan yang memungkinkan untuk pengembangan potensi kreativitas secara lebih luas karena akan memberikan pandangan dunia secara lebih bervariasi, lebih fleksibel dalam menghadapi masalah, dan mampu mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda dari umumnya yang dapat muncul dari pengalaman yang dimilikinya.
7. Perhatian dari orang tua terhadap minat anaknya,stimulasi dari lingkungan sekolahnya dan motifasi dri
8. Posisi kelahiran
Sedangkan faktor-faktor yang menghambat berkembangnya kreatifitas adalah sebagai berikut.
1. Kurang berani dalam melakukan esplorasi,menggunakan imajinasi,dan peneyelidikan
2. Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial.
3. Adanya kebutuhan terhadap suatu keberhsilan,ketidak beranian dalam menanggung            resiko
4. Direfensiasi berkerja dan bermain
5. Adanya keinginan untuk mencari sesuatu yg belum diketahui
6. Tidak menghargai terhadap  fantasi dan khayalan
7. Bersikap otoriter
8.Terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan
Miller dan Gerard (Adams dan Gullota,1979) mengemukakan adanya pengaruh keluarga pada perkembangan kreativitas anak dan remaja sebagai berikut.
1. Orang tua memepunyai berbagai macam minat pada kegiatan didalam dan diluar rumah
2. Orang tua yg memiliki dan mampu menciptakan rasa aman,nyaman dan tantram
3. Orang tua memberikan kepercayaan dan menghargai kemampuan anaknya.
4.Orang tua mendorong anak melakukan ssuatu dngan sebaik-baik,a
5.Orang tua memberikan kebebasan pada anaknya.
Torrance (1981) juga menekankan pentingnya dukungan dan dorongan dari lingkungan agar individu dapat berkembang kreativitasnya. Menurutnya salah satu lingkungan yang pertama dan utama yang dapat mendukung atau menghambat berkembangnya kreativitas adalah lingkungan keluarga, terutama interaksi dalam keluarga tersebut.
Torrance(1981) mengemukakan lima bentuk interaksi orang tua dengan anak atau remaja yang dapat mendorong berkembangnya kreativitas yaitu,
1. Menghormati gagasan-gagasan imajinatif
2. Menghormati pertanyaan-pertanyaan yang kurang sesuai.
3. Memberikan kesempatan kepada anak atau remaja untuk belajar atas prakarsanya
4.Memberikan dan menunjukan penghargaan kepada anak dan remaja        
5. Memberikan kesempatan kepada anak atau remaja untuk belajar dan melakukan kegiatan-kegiatan tanpa suasana penilaian.
Torrance (1981) juga mengemukakan beberapa interaksi antara orang tua dan anak (remaja) yang dapat menghambat berkembangnya kreativitas, yaitu
1. Terlalu dini untuk mengeliminasi fantasi anak;
2. Membatasi rasa ingin tahu anak;
3. Terlalu menekankan peran berdasarkan perbedaan jenis kelamin (sexual roles);
4. Terlalu banyak melarang anak;
5. Terlalu menekankan kepada anak agar memiliki rasa malu;
6. Terlalu menekankan pada keterampilan verbal tertentu;
7. Sering memberikan kritik yang bersifat destruktif.
Maka menurut Torrance(1981), interaksi antara orang tua dengan anak atau remaja yang dapat mendorong kreativitas bukanlah interaksi yang didasarkan atas situasi stimulus respons, melainkan atas dasar hubungan kehidupan sejati (a living relationship) dan saling tukar pengalaman(coexperiencing).
G. MASALAH YANG SERING TIMBUL PADA ANAK KREATIF
Anak-anak kreatif, meskipun mempunyai ketrampilan atau  kemampuan,kelebihan dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya, bukan berarti selalu lancar di dalam perkembangan psikologisnya. Disamping potensi kreatifnya itu jika tidak mendapatkan penanganan secara baik justru seringkali menimbulkan masalah pada dirinya. Berkenaan dengan ini. Dedi Supriadi (1994) mengemukakan sejumlah masalah yang sering timbul atau dialami oleh anak-anak kreatif, yaitu sebagai berikut.
1. Pilihan karier yang tidak realistis
Anak-anak kreatif sering kali cenderung memiliki pilihan karier yang tidak realistis, kurang populer, dan tidak lazim. Merka juga memiliki banyak alternatif dalam menentukan karier yang akan ditempuhnya dan bahkan cenderung berubah-ubah. Kondisi psikologis seperti ini jika tidak mendapatkan bimbingan secara baik dapat mengarahkan dirinya kepada pilihan karier yang kurang tepat. Akibatnya, dapat menimbulkan frustasi jika pilihannya tidak disadari oleh pemahaman yang cukup mengenai jenis karier yang akan dipilihnya.
2. Hubungan dengan guru dan teman sebaya
Anak-anak kreatif kadang-kadang mengalami hambatan. Mereka cenderung kritis, memiliki pendapatnya sendiri, berani mengemukakan ketidaksetujuannya terhadap pemikiran orang lain tidak mudah percaya, memiliki keinginan yang seringkali berbeda dengan teman-teman pada umumnya, serta tidak begitu senang untuk melekatkan diri kepada otoritas.
3. Perkembangan yang tidak selaras
Jika lingkungannya tidak dapat mengakomodasi keunggulan potensi kreatifnya itu, dapat muncul masaalah dalam diri anak-anak kreatif. Masalah yang timbul disebut dengan istilah uneven development (perkembangan yang tidak selaras) antara kematangan intelektual dengan perkembangan aspek-aspek emosional dan sosialnya.            
4. Tiadanya tokoh-tokoh ideal Anak-anak kreatif cenderung memiliki tokoh-tokoh orang besar yang sangat diidealkan dalam hidupnya. Tokoh-tokoh ideal bisa berada dekat di lingkungan sekitarnya, tetapi dapt juga berada di tempat yang jauh dan sulit dijangkau. Jika tokoh idealnya berada di tempat yang jauh dan sulit dijangku. Jika tokoh idealnya berada ditempat yang jauh, anak-anak kreatif cenderung berusaha untuk dapat menjangkau melalui cara mereka sendiri. Kelangkaan tokoh ideal karena kelangkaan informasi dapat mengakibatkan anak-anak kreatif tersesat kepada pilihan tokoh ideal yang salah.
H. USAHA YANG DIGUNAKAN UNTUK  MEMBANTU PERKEMBANGAN                                                       KREATIVITAS DAN    IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN
Sebenarnya anak-anak kreatif kedudukannya sama dengan anak-anak biasa lainnya. tetapi, karena potensi kreatifnya yang dimiliki tersebut itu, mereka sangat memerlukan perhatian khusus bahkan lebih disini bukan berarti mereka harus mendapatkan perhatian yang  istimewa, tetapi harus mendapatkan bimbingan tambahan sesuai dengan potensi kreatifnya . kekurangan pendidikan selama ini dalam pratiknya dengan pengembangan potensi kreatif anak, menurut Gowan (1981),adalah kurangnya perhatian terhadap pengembangan fungsi belahan otak kanan.Oleh karena itu, sistem pendidikan hendaknya memperhatikan kurikulum yang akan diolah menjadi materi yang dapat dikembalikan kepada fungsi-fungsi pengembangan dari kedua belahan otak manusia tersebut . Sifat relasi bantuan untuk membimbing anak-anak kreatif. Hanya saja, idealnya para guru dan pembimbing mengetahui mekanisme proses kreatif dan manifestasi perilaku kreatif. , Torrance (1977) menamakan relasi bantuan itu dengan istilah creative relationship
1. Pembimbing mendorong anak untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya tanpa yang    memiliki karakteristik sebagai berikut.
2.Pembimbing memberikan karakteristik dan motifasi untuk membantu pengembangan kreatifitas
3.Pembimbing berusaha menciptakan lingkungan yang bersahabat bebas dari ancaman dan suasana yang sling mendukung
4. Pembimbing lebih menekankan pada proses dari pada hasil sehingga pembimbing dituntut manpu memandang permasalanhan anak sebagai bagian dari keseluruhan dinamika perkembangan dirinya.
5. Pembimbing berusaha mengeksplorasi segi-segi positif yang dimiliki anak dan bukan ebaliknya mencari-cari kesalahan anak                                                                                      6 . Pembimbing berusaha menempatkan aspek berpikir dan perasaan secara seimbang.     7. anak sup aya anak terbiasa dan lebih percaya diri dalam merealisasikan gagasan-gagasannya.
.Pembimbing tidak merasakan atau memaksakan pendapat,pandang nilai-nuilai tertentu pada anak
Supriadi (1994) mengemukakan sejumlah bantuan yang dapat digunakan untuk membimbing perkembangan anak-anak kreatif, yaitu :
1.Menjadi pendorong bagi anak untuk menginikasikan dan mewujudkan gagasan-gagasanya.
2. Mengakui,menghargai gagasan-gagasan yg dismpekan oleh anak
3.Menciptakan rasa aman pada anak untuk mengembangkan kreatifitas,a
4. Membantu anak memahami dalam berpikir dan bersikap, dan bukan malah
menghukumnya;
5.Memberikan informasi mengenai peluang-peluang yang tersedia.
6.Memberikan peluang dan kesempatan yg sebesar-besar,a pada anak supaya anak dapat mengembangkan kreaifitas,gagasan,ide yang dimilikinya.







                                                 
        
BAB III
PENUTUP

A.KESIMPULAN
1.Kreatifitas adalah kemampuan seseorang untuk mengembangkan kreatifitas-kreatifitas yang dapat disampaikan secara menyeluruh.
2.Kreatifitas dapat memepengaruhi psikologis dan dapat melahirkan jiwa perkembangan pada anak.
3.Keluarga dapat memupuk dan memepengaruhi kretifitas anak antara lain:menghargai anak sebagai pribadi,menaruk perhatian pada pengembangan bakat anak dan memeberika contoh tingkah laku kreatif
4.beberapa hal yang menghambat berkembangnya kreatifitas antara lain takut gagal bila akan melakukan kreatifitas,rtarlalu mengutamakan tata tertib dan tradisi,gagal melihat kekuatan yg dimiliki,a dan berfikir terlalu pasti
5.Ada beberapa faktor yg mempengaruhi kreatifitas anak:faktor genetik,lingkungan keluarga,tidak mengalami mtekanan fisik.





                                                   

DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad dan Asrori, Mohammad. 2008.PSIKOLOGI REMAJA: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Hidayah,Nur Mawardir.2000.ilmu perkembangan peserta didik.pustaka media:jakarta
http://blog.uin-malang.ac.id/gudang makalah/2011/07/16/Pengertian dan tujuan perkembangan kreatifitas anak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar